RADAR BALI - Tim Nasional Indonesia U-17 telah memulai persiapan intensif jelang Piala Dunia U-17 2025 yang akan diselenggarakan di Qatar pada November mendatang.
Skuad Garuda Muda saat ini tengah menjalani pemusatan latihan (TC) tahap awal di Bali United Training Center di Gianyar, Bali, di bawah arahan pelatih kepala Nova Arianto.
Sebanyak 32 dari 34 pemain yang dipanggil telah bergabung, termasuk sembilan pemain diaspora.
Pemusatan latihan ini sangat kompetitif mengingat hanya 20 pemain yang akan masuk dalam skuad final sesuai regulasi FIFA. Semua pemain akan melalui proses seleksi yang adil dan penilaian didasarkan pada performa selama TC di Bali.
Manajer Timnas U-17 Ahmad Zaki Iskandar menyebutkan bahwa meskipun hanya 20 pemain yang didaftarkan resmi, kemungkinan 24 hingga 27 pemain akan dibawa ke Qatar sebagai antisipasi cedera atau kondisi darurat.
Piala Dunia U-17 2025 akan menjadi edisi pertama yang menggunakan format baru dengan 48 negara peserta, dibagi dalam 12 grup, dan semua pertandingan akan dilaksanakan dalam konsep festival sepak bola.
Turnamen ini menjadi tantangan tersendiri bagi Timnas U-17 Indonesia, mengingat perubahan format dan meningkatnya level persaingan.
Sembilan Pemain Diaspora di Skuad Garuda Muda
Kehadiran sembilan pemain diaspora yang baru pertama kali dipanggil menambah kekuatan dan kedalaman skuad Timnas Indonesia U-17.
Berikut adalah profil singkat mereka:
-
Fake Müller Gelandang bertahan kelahiran Den Bosch, Belanda, 10 Desember 2008 ini memiliki postur 180 cm dan dominan kaki kiri.
Saat ini bermain untuk Willem II Tilburg U-17, Müller memiliki darah Indonesia dari sang ibu yang kakeknya berasal dari Pulau Saparua, Maluku Tengah.
Ia diprediksi akan menjadi komandan lini tengah Garuda Muda.
-
Eizar Jacob Eizar Jacob Tanjung, gelandang bertahan kelahiran 30 Agustus 2008, juga bisa berperan sebagai bek tengah dengan postur 174 cm.
Ia bermain untuk tim junior Sydney di Australia.
Darah Indonesia mengalir dari sang ibu yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat, sementara ayahnya memiliki keturunan Jakarta dan Padang.
-
Lionel De Troy Lahir di Tangerang, Banten, 6 Januari 2008, Lionel De Troy adalah gelandang serang dengan tinggi 180 cm.
Ia memiliki darah Indonesia dari sang ibu dan saat ini bermain di Palermo Italia setelah sebelumnya menimba ilmu di Akademi Saker Australasia di Australia.
-
Floris de Pagter-van Bronckhorst Gelandang serang kelahiran Buverwid, Belanda, 8 Desember 2008 ini bermain untuk SC Telstar U-17 di Belanda.
Floris mencetak 15 gol dan 15 assist dalam 40 pertandingan, serta membawa timnya menjuarai divisi 3 Liga Belanda U-17 musim lalu.
Meskipun belum memiliki paspor Indonesia, ia tertarik untuk membela Indonesia di masa depan.
-
Noha Pohan Simangunsong Lahir pada Maret 2010, Noha Pohan memiliki darah Batak dan Finlandia.
Ia bermain untuk NAC Breda di Belanda dan sebelumnya sempat dipanggil oleh Timnas Finlandia U-15 pada Oktober 2024.
Noha adalah gelandang serba bisa yang dapat bermain di berbagai posisi lini tengah.
-
Jona Giesselink Jona Giesselink, kelahiran 2 Maret 2008, memiliki postur tinggi 190 cm.
Pemain FC MN U-16 di Belanda ini memiliki darah Indonesia dari ibunya yang orang tuanya lahir di Pulau Halmahera, Maluku.
Jona bermain sebagai gelandang bertahan dan juga dapat berperan sebagai gelandang serang.
-
Azadin Ayoub Hamane Winger kelahiran Norwegia, 26 September 2008, ini memiliki darah campuran Indonesia (Cirebon, Jawa Barat) dan Norwegia (ayah berdarah Maroko).
Sejak 2016, Azadin menimba ilmu di Norwegia dan dikenal memiliki kecepatan serta keterampilan dribel yang luar biasa.
-
Deston Hope Lahir pada 30 Mei 2008, Deston Hope adalah winger kanan dengan postur 180 cm yang bermain untuk SC Telstar U-17 di Belanda.
Ia memiliki darah Indonesia dari kakek ibunya yang berasal dari Pulau Itawaka, Maluku, serta darah Belanda dan Suriname.
-
Nicholas Indra Mjosund Nicholas Indra Mjosund, kelahiran Norwegia, 13 Januari 2010, bermain untuk Rosenborg BK di Norwegia. Meskipun baru berusia 15 tahun, posturnya sudah mencapai 185 cm dan ia telah mencetak 15 gol dalam 15 pertandingan bersama tim U-15.
Nicholas memiliki darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Solo, Jawa Tengah, dan disebut-sebut sebagai "titisan Haaland" karena kemampuannya.
Dengan bergabungnya para pemain diaspora ini, Timnas Indonesia U-17 semakin memperkuat skuadnya menjelang Piala Dunia U-17 2025.
Terlebih lagi, Indonesia dipastikan lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2026 tanpa melalui babak kualifikasi.
Indonesia mendapatkan golden ticket bersama delapan negara lainnya, yakni Uzbekistan, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Korea Selatan, Korea Utara, Tajikistan, Jepang, dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2025.
Pemusatan latihan ini menjadi modal penting bagi Garuda Muda untuk menghadapi tantangan di kancah internasional. ***