Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sofia Goggia dan Lara Gut-Behrami Berebut Emas Alpine Ski Super-G Putri Olimpiade Musim Dingin 2026

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 12 Februari 2026 | 22:03 WIB
Peski Italia Sofia Goggia (kiri) dan peski Swiss Lara Gut-Behrami akan memperebutkan medali emas nomor Super-G Putri di lintasan ikonik Cortina d
Peski Italia Sofia Goggia (kiri) dan peski Swiss Lara Gut-Behrami akan memperebutkan medali emas nomor Super-G Putri di lintasan ikonik Cortina d

RADAR BALI - Babak final untuk cabang Alpine Skiing nomor Women's Super-G di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026.

Perlombaan ini akan digelar di lintasan ikonik Cortina d'Ampezzo, Italia, yang dikenal memiliki tingkat kesulitan teknis tinggi dengan pemandangan pegunungan Alpen yang spektakuler.

Karena nomor Super-G (Super Giant Slalom) adalah kategori single-run, tidak ada sistem babak gugur. Para atlet akan langsung berlomba melawan waktu untuk menentukan siapa yang berhak berdiri di podium tertinggi.

Hasil sesi kualifikasi menunjukkan betapa tipisnya jarak antara para pesaing utama.

Lara Gut-Behrami berhasil mencatatkan waktu tercepat, namun ia ditempel ketat oleh wakil tuan rumah.

Berikut adalah urutan catatan waktu kualifikasi tiga besar:

Lara Gut-Behrami (Swiss): Pemimpin kualifikasi.

Sofia Goggia (Italia): Terpaut hanya +0.16 detik di belakang Gut-Behrami.

Mikaela Shiffrin (AS): Menguntit di posisi ketiga dengan selisih yang sangat tipis dari posisi kedua.

Peski asal Norwegia, Ragnhild Mowinckel, juga menunjukkan performa solid dengan catatan waktu 1:19.12, berselisih +0.70 detik dari pemimpin lomba.

Perbandingan Prestasi dan Kekuatan

Persaingan di podium nanti diprediksi akan sangat ketat mengingat rekam jejak yang dimiliki ketiga unggulan ini.

Lara Gut-Behrami, sang pemegang medali emas Olimpiade 2022, akan mengandalkan tekniknya yang halus dan kemampuannya meminimalisir kesalahan sekecil apa pun di lintasan es.

Di sisi lain, Sofia Goggia yang pernah meraih perak di Kejuaraan Dunia 2019, akan membawa gaya balap yang sangat agresif.

Goggia dikenal sebagai atlet yang paling berani mengambil risiko tinggi demi memangkas waktu di setiap tikungan tajam.

Sementara itu, Mikaela Shiffrin, peraih emas Kejuaraan Dunia 2019, tetap menjadi ancaman melalui kecerdikannya dalam menaklukkan bagian-bagian lintasan yang memerlukan kemahiran teknis tinggi.

Tantangan di Lintasan Cortina d'Ampezzo

Kemenangan besok akan sangat ditentukan oleh kemampuan atlet menaklukkan titik-titik kritis di lintasan, antara lain:

Tofane Schuss: Celah sempit di antara dua dinding batu di mana atlet meluncur dengan kecepatan melebihi 100 km/jam.

Scarpadon Jump: Lompatan yang menuntut presisi pendaratan agar tetap berada di jalur balap yang benar.

Dukat Curve: Tikungan licin dengan lapisan es tebal yang menguji kekuatan fisik dan keseimbangan atlet.

Rumerlo Finish Jump: Lompatan terakhir menuju garis finis yang sering menjebak atlet ketika kondisi fisik sudah mulai lelah.

Dengan selisih waktu kualifikasi yang sangat rapat, final besok diprediksi akan menjadi salah satu momen paling mendebarkan dalam sejarah Alpine Skiing putri.***

Editor : Ibnu Yunianto
#halfpipe snowboarding wanita #seluncur salju halfpipe putri #Olimpiade Musim Dingin 2026 #hasil ski olimpiade #2026 Winter Olympics #olimpiade musim dingin #jadwal Olimpiade 13 Februari #Alpine Skiing #Women Super G #Milano Cortina 2026 #Sofia Goggia #Lara Gut Behrami #Mikaela Shiffrin