RADAR BALI - Gelaran Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano Cortina kini memasuki fase krusial bagi para atlet lompat ski.
Fokus utama saat ini tertuju pada nomor bergengsi Men's Large Hill Individual, di mana para atlet mulai menjajal keberanian mereka di Giuseppe Dal Ben Ski Jumping Stadium, Predazzo, melalui rangkaian sesi latihan resmi.
Sesi latihan ini menjadi vital karena memberikan kesempatan bagi para pelompat untuk beradaptasi dengan kondisi angin dan profil bukit lompatan sebelum babak final yang dijadwalkan pada Minggu, 15 Februari 2026, pukul 01.00 WIB.
Rangkaian agenda dimulai pada Kamis, 12 Februari 2026, dengan sesi Official Training 1.
Sesi pembuka ini difokuskan sebagai ajang uji coba lintasan bagi para atlet untuk mematangkan teknik udara perdana mereka di bukit besar Predazzo.
Memasuki hari kedua, Jumat, 13 Februari 2026, para pelompat kembali ke lintasan pada pukul 09:30 CET untuk menjalani Official Training 2 guna penajaman teknik pendaratan serta adaptasi akhir terhadap kondisi cuaca.
Puncak dari persaingan individu terjadi pada Sabtu, 14 Februari 2026, di mana babak final digelar untuk menentukan peraih medali emas.
Setelah persaingan individu berakhir, para atlet tidak langsung beristirahat. Pada Minggu, 15 Februari 2026 dijadwalkan Official Training 3 yang berfungsi sebagai persiapan teknis khusus sebelum mereka terjun ke nomor beregu (Super Team).
Lokasi Pertandingan: Stadion Ski Jumping Giuseppe Dal Ben
Seluruh rangkaian kegiatan ski jumping dilakukan di Predazzo, sebuah lokasi ikonik yang telah mengalami renovasi besar-besaran untuk menyambut Olimpiade 2026.
Stadion Giuseppe Dal Ben menawarkan fasilitas kelas dunia dengan standar teknis terbaru untuk memastikan keamanan sekaligus jarak lompatan yang maksimal bagi para atlet.
Pada nomor large hill, para atlet akan meluncur dengan kecepatan mencapai 90-95 km/jam sebelum lepas landas. Kualitas pendaratan (telemark landing) akan menjadi penentu krusial jika jarak lompatan antar atlet sangat tipis.
Daftar Atlet Unggulan
Beberapa nama besar diprediksi akan mendominasi kompetisi utama berdasarkan performa mereka sepanjang musim ini:
Philipp Raimund (Jerman): Datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih medali emas di nomor normal hill awal pekan ini. Di bawah arahan Pelatih Jerman Stefan Horngacher, ia menjadi tumpuan utama tim Jerman untuk mengawinkan gelar individu.
Kacper Tomasiak (Polandia): Bintang muda yang baru saja mengejutkan publik dengan meraih medali perak di nomor normal hill. Ia dikenal berani mengambil risiko tinggi saat fase melayang di bukit besar.
Jan Hoerl (Austria): Spesialis large hill yang mengincar medali individu pertamanya melalui kestabilan transisi udara yang luar biasa, didukung oleh rekan setimnya, pemegang rekor dunia Stefan Kraft.
Ryoyu Kobayashi (Jepang): Juara bertahan dengan kontrol udara yang sangat tenang dan pengalaman teknis yang mumpuni untuk menghadapi tekanan di babak final.
Strategi dan Persiapan Akhir
Sesi latihan resmi ini juga menjadi ajang bagi para pelatih untuk mengamati performa rival dan menyesuaikan peralatan atlet sesuai regulasi terbaru.
Kehadiran ribuan penonton di stadion Giuseppe Dal Ben diperkirakan akan menambah atmosfer kompetisi menjadi lebih intens di pegunungan Dolomites saat babak final berlangsung malam nanti.***
Editor : Ibnu Yunianto