TABANAN, Radar Bali.id - Jumlah pelanggan air minum Perusahaan Daerah Tirta Amertha Buana (PDAM) Tabanan terus meningkat. Peningkatan jumlah pelanggan air minum ini mencapai ratusan orang setiap bulannya.
Meski demikian PDAM Tabanan belum berencana mencari titik sumber mata air baru untuk kebutuhan air minum. Melainkan PDAM Tabanan menambah daya penampungan air dari sumber mata air yang sudah ada.
Kasubag Humas PDAM Tirta Amertha Buana Tabanan Wayan Agus Suanjaya mengatakan peningkatan jumlah pelanggan air minum saat ini disebabkan oleh beberapa faktor. Yakni terjadi penurunan tarif sambungan air minum baru. Dari yang awalnya Rp 2.773.000 juta untuk pemasangan baru kini hanya Rp 1.950.000. Disamping adanya pembangunan perumahan warga.
Baca Juga: PDAM Tabanan Turunkan Tarif Biaya Pemasangan Baru, Ternyata Ini Targetnya
Berdasarkan data terdapat sebanyak 65.173 jumlah pelanggan air minum aktif pada bulan Juli lalu. Kini telah jumlah pelanggan aktif air minum sudah mencapai 65.899 pelanggan. Meningkat sebesar 726 pelanggan aktif.
Bahkan dengan adanya gebyar penurunan tarif pemasangan baru sambungan air minum yang masih berlangsung nanti sampai 30 September mendatang telah terdata ada sebanyak 1.319 warga yang sudah mendaftarkan diri untuk menjadi pelanggan air minum PDAM Tabanan.
"Peningkatan jumlah sambungan air minum baru ini tersebar di Kecamatan, Kediri, Kerambitan, Selemadeg, Penebel dan Baturiti," ungkapnya.
Agus menjelaskan kendati bertambah jumlah pelanggan air minum baru di Tabanan, pihaknya sampai saat ini belum mengkaji untuk mencari titik sumber mata air minum baru untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi pelanggan.
Tetapi pihaknya memanfaatkan semaksimal mungkin sumber mata air yang ada. Dengan menambah daya penampungan air pada sumber mata air. Contohnya daya penampungan sumber mata air capai 10.000 liter ini yang ditambah menjadi 15.000 liter.
"Kalau untuk sumber mata air sendiri kami sendiri memiliki 34 sumber mata air. Dengan rincian 24 sumber mata air alami dan 10 sumber mata air baku," jelasnya.
Pertimbangan lainnya mengapa belum mencari titik sumber mata air baru. Karena penggunaan air minum masyarakat Tabanan rata-rata pada sambungan rumah tangga masih berada dibawah rata-rata nasional.
"Saat ini rata-rata penggunaan air minum masyarakat Tabanan tiap sambungan mencapai 18,94 meter kubik. Sedangkan standar nasional mencapai 22,00 meter kubik," sambungnya.
Agus menambahkan sejauh ini meski jumlah pelanggan air minum mencapai 65.899, namun suplai kebutuhan air minum bersumber dari 34 sumber mata air kondisi aman. Hal selain penggunaan air minum di Tabanan dibawah rata-rata nasional.
"Juga karena masyarakat Tabanan mengadalkan kebutuhan air dari penggunaan sumur bor, Pansimas dan air minum yang dikelolaa oleh pemerintah desa setempat," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita