Tak sekadar memikat dengan keindahan Danau Beratan yang memesona, atau kemegahan Pura Ulun Danu yang ikonik, di situ juga tersimpan harta karun berharga dari masa lalu.
SEJUMLAH benda purbakala itu adalah saksi bisu sejarah Panjang. Kini mendapat tempat istimewa. Objek wisata Ulun Danu Beratan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, sedang membangun sebuah balai khusus untuk melestarikan warisan tersebut.
Balai ini menjadi bukti keseriusan pengelola dalam menjaga jejak sejarah, tidak hanya pada bangunan pura, tetapi juga pada artefak kuno yang tersebar di area tersebut.
Menurut Humas Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata, dalam keterangannya mengatakan bahwa benda-benda purbakala ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun belum dikelola secara optimal.
"Sebagai bentuk pelestarian, kami sedang membangun Balai Seka Enam sebagai lokasi pelestarian peninggalan purbakala," ujar Sukarata, Senin (11/8/2025).
Berdasarkan pendataan, setidaknya ada delapan benda purbakala yang ditemukan, termasuk peti mati batu (sarkofagus) dari zaman megalitikum, batu lesung, dan berbagai jenis batuan lain yang erat kaitannya dengan sejarah berdirinya Pura Luhur Ulun Danu Beratan.
Meskipun usia pasti dari benda-benda ini tidak diketahui, Sukarata menyebutkan bahwa keberadaannya sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Balai Seka Enam yang sedang dibangun di lahan seluas satu are ini diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata baru.
"Kami berharap wisatawan tidak hanya menikmati keindahan pura di danau, tetapi juga bisa mengunjungi balai ini untuk melihat dan belajar tentang peninggalan purbakala," tambahnya.
Nantinya, setiap benda purbakala yang dipamerkan akan dilengkapi dengan informasi sejarah yang lengkap, sehingga pengunjung bisa memahami lebih dalam tentang masa lalu Pura Ulun Danu Beratan. Proyek pembangunan ini sudah dimulai sejak 20 Juni dan diharapkan dapat menambah dimensi edukasi serta nilai sejarah bagi para wisatawan yang datang.[*]
Editor : Hari Puspita