Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pesta Tahun Baru Berdarah di Tabanan, Korban Ditabrak, Dikeroyok lalu Motornya Dirampas

Donny Tabelak • Jumat, 2 Januari 2026 | 13:23 WIB
Ilusrasi, seorang pemuda bernama Yefri Metkono, warga asal Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, menjadi korban pengeroyokan di Bongan, Tabanan. Pelakunya sejumla pemuda.
Ilusrasi, seorang pemuda bernama Yefri Metkono, warga asal Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, menjadi korban pengeroyokan di Bongan, Tabanan. Pelakunya sejumla pemuda.

Radarbali.jawapos.com- Aksi pengerokan terjadi di Jalan Mawar Gerogak Tabanan, Kamis (1/1/2026) dini hari. 

Seorang pemuda bernama Yefri Metkono, warga asal Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, dikeroyok sekelompok pemuda di tengah jalan. Meski tidak ada korban jiwa, namun korban mengalami luka-luka. 

Peristiwa berdarah yang terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari ini berawal saat korban –Yefri Metkono bersama dua temannya masing-masing bernama Andi dan Agri mengendarai motor melewati Jalan Kebo Iwa Bongan. 

Setiba di sebelah barat balai banjar Bongan Pala, korban melihat sejumlah pemuda berjoget di tengah jalan. Korban lalu membunyikan klakson agar bisa melewati jalan tersebut. Namun, sejumlah anak muda itu tak mau membuka jalan.

Korban lalu mengambil haluan ke kanan dan berhasil melewari anak-anak muda yang asyik berjoget di tengah jalan.

Nah, setiba korban dan dua rekannya tiba di lampu merah simpang empat Gerokgak, dua anak muda yang belum diketahui identitasnya lalu menabrak motor Andi dari belakang.

Kedua pelaku sempat bertanya kepada korban, “ Kamu asal mana?, lalu dijawab korban “ saya dari NTT, Kupang” yang disertai pemukulan.

Tak berselang lama, muncul sekelompok pemuda berjumlah lebih dari enam orang langsung ikut menghajar Yefri hingga bermandikan darah. Wajahnya bonyok.

Sementara, dua teman Yefri masing-masing Andi dan Agri berhasil menyelamatkan diri.

Pengendara motor yang kebetulan melitas di TKP  tak bisa berbuat banyak saat kelompok pelaku terus menghujani korban dengan bogem mentah dan tendangan.

“ Mereka juga merampas kunci dan bawa kabur motor saya. Sebelumnya mereka juga mengancam akan membuang saya ke bawa jembatan,”ucap korban didampingi pihak keluarganya seusai membuat laporan polisi di Polsek Tabanan, Kamis malam. 

Di tempat terpisah, Pendeta GPIB Bajem Tabanan, Pdt. Fison Sukanegara Bailaen menyayangkan terjadinya aksi pengeroyokan yang menimpa Yefri. 

“ Kejadian ini kita sayangkan, karena kota Tabanan ini kuat dengan toleransinya, baik antar agama, maupun budaya, dan persaudaraan. Kita sangat menyayangkan tindakan kekerasan dan pemukulan,” kata pdt. Fison.

 Baca Juga: Persijap Jepara Incar Satu Poin, Persija Latihan Hadapi Low Block Defence

Lebih lanjut dikatakan Pdt. Fison, stikma warga NTT yang dianggap bikin rusuh, bikin onar, jangan dijadikan itu sebagai senjata untuk menyerang orang NTT yang lain, yang tidak tau apa-apa, tidak bersalah, yang hidupnya damai-damai saja.

“ Namun, saya sangat menyayangkan stikma-stikma yang dipakai di luar sana, kususnya di Pulau Bali untuk mengatakan bahwa orang NTT membuat onar, sedangkan ternyata yang kita alami saat ini bukan orang NTT memukul atau buat onar. Mohon untuk tindakan seperti ini harus diseriuskan. Tempuh jalur hukum, karena baik orang NTT maupun penduduk yang bukan NTT, apabila melakukan tindakan kriminal harus dihukum,” kata pdt. Fison.

Pendeta GPIB Bajem Tabanan, Pdt. Fison Sukanegara Bailaen menyayangkan terjadinya aksi pengeroyokan yang menimpa Yefri.
Pendeta GPIB Bajem Tabanan, Pdt. Fison Sukanegara Bailaen menyayangkan terjadinya aksi pengeroyokan yang menimpa Yefri.

“ Dan jangan pakai stikma untuk menyerang orang NTT. Lebih baik kita hidup berdamai di tahun yang baru ini, di lingkungan, khususnya di Pulau Bali ini. Supaya pulau bali ini tercipta masyarakat yang kondusif, yang damai, yang tenang,” sambungnya. 

Lebih lanjut dikatakan, stikma soal minuman keras ini bukan hanya ditujukan pada orang NTT saja. Banyak juga yang minum-minuman keras, yang minum buat onar juga banyak yang bukan orang NTT. 

“ Nah, dengan kejadian ini mohon ditindak serius. Supaya tidak menyebar ke wilayah- wilayah lain. Saya harap, kejadian ini tidak terjadi lagi.  Saya pendeta Fison Bailaen, pendeta yang diiingatkan oleh instansi Kepoliasin ketika kami melakukan pertemuan dengan kepolisian. Pihak polisi mengajak kami sebagai pendeta, sebagai tokoh agama untuk memberikan siraman rohani kepada  umat, khususnya orang NTT supaya tetap menjaga pulau Bali yang kondusif, tidak membuat onar. Namun ketika itu kami ajarkan ke jemat –jemaat orang NTT, kami menyayangkan sekarang jemaat kami dari NTT harus menjadi korban tindakan kriminal penganiayaan,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Polsek Tabanan terkait perkembangan penyelidikan. Namun, Kamis malam, korban sudah membuat laporan dan diterima Ps.Kanit SPKT Polsek Tabanan, Aiptu I Wayan Eka Putra.***

Editor : Donny Tabelak
#ntt #gpib #pengeroyokan #polsek tabanan #pesta tahun baru #pendeta