Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bencana Masih Terus Mengintai Tabanan, Longsor Hantam Rumah Warga Pupuan, Jembatan Penghubung  ke  Badung Terancam Putus

Juliadi Radar Bali • Jumat, 17 April 2026 | 06:27 WIB
MENGERIKAN: Kondisi rumah warga milik I Ketut Sudiartayana di Banjar Belimbing Anyar, Desa Belimbing, Pupuan yang tertimpa senderan tembok akibat longsor.(ist)
MENGERIKAN: Kondisi rumah warga milik I Ketut Sudiartayana di Banjar Belimbing Anyar, Desa Belimbing, Pupuan .(ist)

TABANAN, RadarBali.id – Meski sebagian wilayah Tabanan mulai memasuki musim kemarau, cuaca ekstrem berupa hujan lebat masih menghantui wilayah pegunungan.

Pada Rabu (15/4/2026), musibah tanah longsor dan ancaman infrastruktur kritis dilaporkan terjadi di dua titik berbeda di Kabupaten Tabanan.

Baca Juga: Atasi Longsor, Sampah Kering TOSS Center Dipakai Jadi Urukan Jurang

Di Kecamatan Pupuan, hujan deras memicu jebolnya tembok senderan milik I Gusti Putu Suaryasa di Banjar Belimbing Anyar.

Reruntuhan tembok tersebut menghantam rumah dan dapur semi permanen milik tetangganya, I Ketut Sudiartayana, hingga roboh.

Baca Juga: Usai Bencana Banjir dan Longsor Jembrana Berbenah, BPBD Fokus Bersihkan Endapan Lumpurradar

Sementara itu di Kecamatan Marga, Jembatan penghubung strategis antara Desa Peken Belayu dan Desa Kukuh kini dalam kondisi kritis.

Tebing di sisi jembatan tua sepanjang 200 meter tersebut terus terkikis aliran Sungai Yeh Gangga. Kondisi semakin diperparah oleh getaran kendaraan bertonase besar yang setiap hari melintas.

Editor : Hari Puspita
#hujan deras #bencana alam #pupuan tabanan #cuaca ekstrem #longsor