Perayaan Imlek Kongzili 2577/2026 ini, begitu istimewa bagi Perkumpulan Abadi Kalimantan Barat Bali (Pakabarbali). Mengapa?
MENJELANG sunset (matahari tenggelam), pengguna jalan, baik yang sendirian, driver ojek online, maupun pengguna jalan, silih berganti. Tak hanya warga lokal, tapi juga wisatawan mancanegara (wisman).
Mereka masuk areal sekretariat Pakabarbali di Jalan Pakabar No. 1 (Gunung Soputan), Padang Sambian Klod, Denpasar Barat. ’’Sini adik, duduk dekat lampion,’’ kata seorang ibu memberi arahan ke putrinya, seorang balita, untuk action di depan kamera handphone yang akan dipakai sang suami untuk motret putrinya, di depan Sekretariat Pakabarbali, Senin petang (16/2).
Memang, 12 hari terakhir, untuk merayakan Imlek Kongzili 2577 ini, keluarga besar Pakabar Bali menghiasi sekretariatnya, mulai Hall Pakabarbali, kantor, hingga halaman, di lahan seluas 19 are ini, dengan lampion sebanyak 2026 pieces.
’’Kami memasang 2026 pieces lampion ini, untuk melestarikan budaya. Bentuk kebersamaan kami, sekaligus menyesuaikan dengan tahun 2026 (Imlek 2026),’’ kata Ketua Umum Pakabarbali Periode 2026-2029 Cin Hiung di Hall Pakabarbali kepada Jawa Pos Radar Bali, Senin petang (16/2/2026).
Hall Pakabarbali yang diresmikan Ketua Umum Pakabarbali Periode 2020-2026 Andre Liembono pada 11 Januari 2026 ini, luasnya sekitar 25 meter x 75 meter persegi, yang dilengkapi stage 25 meter x 7 meter persegi ini, jadi venue utama perayaan Imlek kali ini.
Di stage ini, terpampang backdrop bertitel; 12th Anniversary, Imlek Bersama 2026, Gong Xi Fa Cai 2577. 12 Tahun dalam Kebersamaan dan Budaya untuk Bangsa.
’’Perayaan Imlek 2026 ini, istimewa. Sebab, selain Imlek (hari ini, 17 Februari 2026), juga perayaan ulang tahun Pakabarbali ke-12 (dirayakan 28 Februari 2026), dan Cap Go Meh (3 Maret 2026),’’ sambung Cin Hiung, ketua Pakabarbali termuda, yang baru saja dilantik menggantikan Andre Liembono pada Rabu lalu (11/2/2026).
Lebih lanjut, Cin Hiung beberkan, 2026 pieces lampion ini, sumbangan dari para anggota. Terkait lampion, panitia bagian dekorasi, Leody, beberkan; untuk Imlek tahun 2025 lalu, dipasang 1.500 lampion, tahun ini, disesuaikan 2026, sehingga pilih 2026 lampion.
Sedang sang sekretaris Pakabarbali, yang juga wakil ketua acara Cap Go Meh, Ket Ho, menambahkan, saat Cap Go Meh pada Selasa mendatang (3/3), akan diramaikan pawai lampion, dimulai sekitar pukul 16.00 Wita. Pawai ini, sebagai lambang kemakmuran.
Bakal ada atraksi barongsai, hingga malam hari. Termasuk ada makan bersama lontong Cap Go Meh. ’’Juga hiburan, karaoke lagu Mandarin. Cap Go Meh itu penutup acara atau 15 hari setelah Imlek,’’ kata Ket Ho didampingi Joni Chang, anggota Pakabarbali.
Cin Hiung menambahkan, sebelum Imlek, juga diawali kegiatan sosial. Yakni, aksi donor darah pada Minggu (1/2).
Saat Imlek, Selasa (17/2), diagendakan open house. Diawali sekitar pukul 17.00 Wita, barongsai, bagi angpao untuk umum (anak kecil dan orang tua).
Angpao akan dibagikan Cai Shenye (Dewa Rezeki). Tujuannya, untuk melestarikan budaya.
Nanti ada sosok yang jadi Cai Shenye. Syaratnya, gemuk. Berat badannya di atas 100 kilogram (kg).
Untuk menu di hari H-Imlek, ada kue keranjang, kwetiau goreng khas Singkawang, Kalimantan Barat. Panjang dan bagus, disajikan bareng bakso bulat. ’’Yang masak orang Kalimantan,’’ jelasnya sambil beberkan menyantap menu Imlek ini, dimaknai sebagai silaturahmi.
Cin juga jelaskan, untuk perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-12 Pakabarbali, pada H-1, atau Jumat nanti (27/2), akan dilakukan gladi bersih. Ada artis Kalimantan Barat (Agnes Coline).
Ditambahkan, perayaan HUT maupun Imlek ini, tanpa tatung (tradisi sakral saat Imlek di Singkawang, di mana ada tandu berduri). Tapi, segala pernik perayaan; ultah, Imlek, maupun Cap Go Meh, berhias pernik bunga Sakura. ’’Bunga sakura ini lambang musim semi. Saatnya menikmati hasil pertanian,’’ sambungnya sambil jelaskan makna logo Pakabarbali, berupa gambar peta Kalimantan Barat dilengkapi dua tangan.
Diungkapkan, Imlek ini juga merupakan tradisi lima agama di Kalimantan Barat. Tak harus keturunan Tionghoa. ’’Ini jiwa sosial. Maka, saat ada warga yang lewat, lantas berfoto-foto di dekat lampion, ini merupakan kebanggaan bagi kami,’’ ucapnya sambil ngaku, untuk kebutuhan daya listrik bagi 2026 lampion ini, sampai tambah daya 2 x 7.000 watt atau 14 ribu watt.
Di balik Imlek, Cin juga beber hal unik. Misalnya, anggota punya usaha jualan apa; maka yang disumbangkan, sesuai produknya. ’’Ini lambang kebersamaan kami. Gotong royong bisa terasa seperti di kampung (Singkawang, Kalbar),’’ kenangnya.
Saat Cap Go Meh, Cin ungkapkan, sebagai momen kumpul keluarga, makan dengan menu ikan steam, asin dan manis. ’’Malam Cap Go Meh itu, sebagai Sa Cap Mei (makan bersama keluarga). Ada delapan sampai sembilan macam menu; ayam, ikan, sea food. Saat Cap Go Meh, pagi-pagi kami di pintu, menyambut para tamu,’’ urainya.
Sedangkan Mervita, Kepala Bidang (Kabid) Pemanfaatan Aset Pakabarbali, sekaligus sie acara Imlek Bersama 2026 ini, detailkan perayaan berkaitan Imlek tahun ini.
Dimulai open house hari ini, Selasa (17/2). Ada kue, manisan, angpao, atraksi barongsai (yang dimaknai ada tradisi usir roh jahat).
Kemudian, ada kue lapis. ’’Kue lapis, kami maknai sebagai harapan biar kekayaan kami berlapis-lapis,’’ jelasnya sambil tersenyum didampingi Herman Robert (wakil ketua umum), Frederikus (penasihat), dan Henri (pendiri).
Dari seksi keamanan acara, Joy Von, ngaku pengamanan dilakukan dengan koordinasi dengan pecalang, hingga TNI dan Polri. Tamu undangan ada Konjen RRT di Denpasar, Kesbangpol Bali, Kapolsek Denbar dan Danramil Denbar, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Juga 20 organisasi se-Bali.
Cun Hiung sebagai ketua umum termuda ngaku berterima kasih kepada pendahulunya, Andre Liembono (ketua umum dua periode), yang telah meresmikan sekretariat Pakabarbali pada 12 Februari 2022.
’’Pak Andre Liembono, saat ini sebagai dewan kehormatan, pendiri Pakabarbali. Jasanya luar biasa, termasuk dukungan dari istrinya. Mereka bijaksana, banyak pelajaran luar biasa, fondasi sosial yang bisa kami petik,’’ ungkap Cin Hiung sambil ngaku, saat ultah Pakabarbali, 28 Februari nanti, akan mengundang Komandan TNI AL (Danlanal) Bali Kolonel Laut (P) Cokorda GP Pemayun.***
Editor : M.Ridwan