Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Krisis Siswa dan Guru, Tiga SDN di Jembrana Ini akhirnya Resmi Digabung

Muhammad Basir • Selasa, 17 Februari 2026 | 09:19 WIB
Ilustrasi siswa SD terakhir sebelum penggabungan sekolah. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi siswa SD terakhir sebelum penggabungan sekolah. (gambar digital gemini/radar bali)

 

NEGARA, Radar Bali.id– Kebijakan regrouping atau penggabungan sekolah di Kabupaten Jembrana mulai dieksekusi.

Ini lantaran berdasarkan SK Bupati Jembrana tertanggal 6 Februari 2026, tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) resmi ditutup dan siswanya dipindahkan ke sekolah terdekat.

Tiga sekolah yang terdampak penggabungan tahap awal ini adalah SDN 3 Penyaringan, SDN 5 Penyaringan, dan SDN 3 Yehembang Kauh.

Kepala Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena faktor jumlah siswa yang sangat minim (di bawah 70 orang) serta krisis tenaga pendidik akibat banyaknya guru yang pensiun tanpa adanya pengangkatan baru.

Poin-Poin Penting Penggabungan:

"Tahun 2026 ini ada total 9 sekolah yang kami evaluasi untuk di-regrouping. Namun, kami tetap mempertimbangkan jarak antar sekolah agar tidak menyulitkan siswa, serta berkoordinasi dengan tokoh masyarakat setempat," pungkas Anom Saputra.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#regrouping #Krisis Siswa #jembrana #penggabungan sekolah